Thursday, December 17, 2009

December 2009 Kenangan Abadi

Kehadiranmu disisiku
Memberikan ku harapan
Kelembutan hatimu kasih
Mendamaikan jiwaku
Aku bahagia
Dengan cintamu mesra

Tanpa kuduga
Rupanya ada orang ketiga
Yang bisa memisahkan kita
Kusangkakan gerimis melanda
Rupanya taufan yang menerpa

Ku berbisik didasar hati
Bertanyakan pada diri
Haruskah aku menanti
Mungkinkah cinta bertauk kembali
Atau semuanya hanya ilusi..

Perpisahan kini terjadi
Biarpun tanpa kerelaanku
Namum aku hanya insan biasa
Yang tak mampu melawan takdir

December 2009 kenangan abadi
Terputusnya ikatan sejati
Ku harungi hari demi hari
Bersama wajah tak mungkin akan kembali
Namum aku mengerti
Kau bukan milik ku lagi
Biar pun hati ini masih menanti
Ku pasrah dengan ketentuan Ilahi

P/S: Aturkan langkah mu menuju kehadapan
Jadikan lah Iktibar yang dibelakang
Aku sentiasa doakan kejayaan mu
Yakin lah yang menanti pasti....

Wednesday, December 9, 2009

Aku relakan kau pergi

Ketika senja melabuhkan layarnya
mengelamun aku seketika
Tanpa ku duga
Lilin yang ku genggam telah menjadi bara
Gurauan ku menjadi dilema prasangka

Andai dapat aku putarkan dunia
Ingin ku mengubah segalanya
Tingkah laku dan kata-kata
Agar terhindar segala prasangka

Kesalahan mu ku angapkan debu
Bisa dibawa angin yang lalu
Aku sedia memaafkan mu
Biar pun salah mu beribu

Hilang pertimbangan dihati mu
Hingga tergamak melukakan ku
Pedih menikam bagai ditusuk sembilu
Hancur luhur jiwa ku

Haruskah aku begini
Menati dan terus menanti
Sesuatu yang belum pasti
Haruskah aku menagisi
Segalanya yang telah ku lalui

Cukup lah sampai disini
Biarlah kenangan terkubur abadi
Aku relakan kau pergi
Usah pedulikan aku lagi
Biarlah keperitan ni
Aku lalui sendiri.......

Tuesday, December 8, 2009

Rintihan Hati 2

Jauh sudah aku di perjalanan
Ribut taufan tak ku hindari
Onak dan duri ku lalui
Demi kasih yang merantai diri

Demi cinta yang tak mampu terlupa
Yang kian lama terbina
Pahit derita kita lalui bersama
Tapi kini semuanya hancur belaka

Haruskah aku lalui
Dalam dendam yang menghiris
Adakah bayang mu menggamitku kembali
Haruskah aku tempuhi
Perpisahan ini….

Menangis ku sendiri
Berpanjangan keresahan hati ini
Tiada yang mengerti siksanya hati ini
Aku bukan mengemis simpati
Dan bukan belas yang ku hajati
Yang penting niat ikhlas dihati

Biar diri menunggu
Mengharung sisa hidupku
Biar diri menunggu
Bersama sisa menanti
Moga kesempatan ini
Aku boleh mengenal diri

Rintihan hati 1

Puisi cinta ku lagu kan
Mengharap restu untuk kita
Kamar hati mu ku serikan
Dengan kembangan jambangan cinta

Biar berjuta tangan menghalang
Demi cinta ku sangup berkorban
Tanpa menoleh kebelakang
Aku terus melangkah dengan penuh keyakinan

Sayangnya terputus tali janji
yang dulu kukuh termetri
Kata mu kasih sayang tak bererti
Tidak menjanjikan untuk esok hari

Ku anggapkan semalam
Satu kenangan yang suram
Bila cinta terputus dijalan
Ku harapan keajaiban
Mengharungi kenyataan
Namum aku kecundang

Bersyukur aku pada ilahi
Kerana ada insan yang sudi
Mendengar segala rintihan hati ini

Tidak ku salahkan dirimu
Kau berhak mementukan hidup mu
Aku sedar siapa diri ku
Kini aku mengenggam satu azam
Akan ku lontar jauh segala kenangan
Doa ku agar aku mampu berjalan
Dan terus melangkah dengan keyakinan
Demi untuk membina sebuah kehidupan

Saturday, November 28, 2009

kau dihati ku

Bagaikan bunga di lamunan hati
Berputik mekar dan mewangi
Kehadiran mu membisikkan asmara
Kau permata yang bertakhta di dalam jiwa

Bersinar menerangi dunia ini
Siang malam ku mencari mu
Di celah kabus wajah mu
Alam yang sepi mencengkam kalbu

Terdengar suara mu
Ombak menghempas merindui pantai
Bagaikan rindu pada mu
Angin menderu sampaikan pesan
Cinta ku belum berakhir

Sedetik bersamamu
Menghilangkan rindu ku
Cintaku dan kasih ku
Hanyalah untuk mu

Tuesday, October 20, 2009

Sinar bulan disebalik awan

Bulan bersinar terang
Namun terhalang dibalik awan
Namum perahu terus merentas gelombang
Dalam penantian malam berganti siang
Di tengah lautan di pukul gelombang
Diriku berkali terkucil
Dalam kehidupan yang penuh cabaran

Ku pernah terkandas kecewa
Menangis berputus asa
Kerana ku seorang lelaki
Ku gagahi diri

Tak guna ku membuang waktu
Menghitung malang ku
Berbanding tuahmu
Yang pasti apa yang terjadi
Pasti akan terjadi
Aku hadapi dengan tabah hati

Aku yang terkecewa dulu
Terkubur bersama waktu
Yang gagal lemah tak berdaya
Tertinggal tiada bernama
Telah ku temui yang ku cari
Cahaya menyinari diri
Terasa kehiduapan ini bererti
Di saat aku dalam kekosonganKau tiba membawa sinar harapan

Saturday, September 12, 2009

Izinkan nama mu dihati ini

Rintangan demi rintangan aku harungi
Sebelum bersua denganmu
Halangan demi halangan aku tempuhi
Sebelum mengenalimu

Setelah dirimu aku hampiri
Kini ku kenali siapa diriku
Kerana rindu aku jatuh cinta
Terasa bahangnya kian mula membara

Telah aku terima takdir dari Yang Esa
Tertusuk sembilu pedih hati terluka
Taman impian kita bina bersama
Entah bila kita akan bersua

Baru aku sedari siapa diri ini
Suratan cahaya cinta suci
Sedalam renungan terlihat dalam diri
Hakikat cinta yang sejati

Kuturutkan cahaya dihadapan berliku
Keyakinan di dada mengiring langkahku
Jalinan bahagia iringan doa restu
Di dalam jiwa cinta yang satu

Jalanan yang berduri tetap aku gagahi
Biar gunung yang tinggi pasti kan kudaki
Izinkan selamanya namamu dihati
kekal ia bersemadi oh cinta suci