Thursday, April 3, 2008

mimpi

dalam hitam kelap malam
kuberdiri melawan sepi
di sini di pantai ini
telah terkubur sejuta kenangan
dihempas keras gelombang
dan tertimbun batu karang
yang tak kan mungkin dapat terulang

wajah putih pusat pasi
tergores luka di hati
matamu membuka kisah
kasih asmara yang telah ternoda
hapuskan semua khayalan
lenyapkan satu harapan
kemana lagi harus mencari

kau sandarkan sejenak beban diri
kau taburkan benih kasih
hanyalah emosi

melambung jauh terbang tinggi
bersama mimpi
terlelap dalam lautan emosi
setelah aku sadar diri
kau tlah jauh pergi
tinggalkan mimpi yang tiada bertepi

kini hanya rasa rindu
merasuk di dada
serasa sumpah melayang pergi
terbawa arus kasih membara

Saturday, March 22, 2008

Kawan makan kawan

Sudah lama ku mengenali mu
Dan aku menganggap kaulah saudara
Apa saja yang kau mahu…
Pasti aku turuti

Sehingga aku tersisih
Berbalah dengan kekasih
Kau kata teman sejati
Tapi kau mengkhianati

Kawan yang ku benar harap-harapkan
Bukan jujur seperti yang ku sangkakan
kau menikam dari belakang
Tersungkur aku ke kecewaan

Kau siram bunga fitnah terhadap ku
Kau ambil kesempatan terhadap kawan ku
Sehingga aku tersisih
Berbalah dengan kekasih
Kau kata teman sejati lebih sukar dicari
Memang benar orang berkata
Harus awas dan waspada
Pada yang manis di bibir

Aku terpedaya dengan kata janjinya
Rupa-rupanya ada agendanya
Setelah ku berikan kepercayaan
Tak terlintas di fikiran
kau buat bukan-bukan

Semua tipu helah kau lakukan
Hanya untuk memutuskan ikatan
Kau menikam dari belakang
Umpama pendekar yang kedayusan

inilah dia kawan makan kawan

Monday, March 10, 2008

Perahu - karya Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Di sanalah i'tikad diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal diammu

Hai muda arif budiman
Hasilkan kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan

Wednesday, February 20, 2008

Malam sepi

waktu terasa semakin laju berlalu
tinggalkan cerita tentang kita
kini tiada lagi senyum dan tawa mu
untuk menghapus semua sepi di hati ku

Bila rinduku bertambah dalam
Kau datang lagi dengan kenangan
betapa dinginnya malam ini

Bila malamku bertambah kelam
Seribu kisah melintas mata
Dan malam ini sungguh mencengkam

Adalah masa yang membawa kesan
Pada diriku yang kesepian
Kini ku tenggelam
Di bawah alunan ombak malam

Dan malam
Jika dikau dapat bicara
Katakanlah pada ku
Mengapa dia pergi menjauh dari ku

Tuesday, February 19, 2008

Cemerong Waterfall - The highest waterfall in Malaysia

At 305 metres, it is the highest waterfall in Malaysia Recently discovered,
it is located 30km from Muktafi Billah Shah township in Dungun.
The area leading to the waterfall of fers a diverse richness of nature and wildlife.
It challenges the adventurous to jungle-trek to the waterfall that magnificently cascade down 305 metres. It is an adventure not to be forgotten, the coolness and the thunderous sound of the fall soothes the most weary of travelers.



Thursday, February 7, 2008

Si Camar sepi

Dalam keributan hembusan beliung
Terbanglah aku sang camar sepi
Mencari singgahan andainya kau sudi
Menghampar kasih di pantai hati

Dah lama kupuja kini jadi nyata
Sayang hanya untuk seketika
Sayap ku terluka ditimpa bencana
Akhirnya diri aku sendiri yang sengsara

Ku tahu diri ini bagai menggapai bintang di langit
Tersingkir jatuh tiada pernah kau peduli
Rapuhnya cinta kita patah terkulai di ranting hampa
Pedih terluka tiada siapa yang endahkan

Mana mungkinku merayu
Insan yang seindahmu
Kau dikayangan kumusafir hina yang merintih
Bagai layang-layang kuterbiar sepi
Hangatnya mentari membakarku

Biar derita biar sengsara aku rela
Menjadi mangsamu
Akanku simpan di nurani ini
kenangan indah bersama mu

Kini kan tinggal cinta dan kasihku
Umpama pungguk merindu bulan
Tak mungkin tercapai hasrat hati ini
Biarpun harus ku tunggu seribu tahun lagi

Saturday, February 2, 2008

Pokok Chengal kat Pasir Raja Terengganu

Situated near the border of Taman Negara, this huge forest reserve is home to the world's largest Chengal tree. It is estimated to be around 1,300 years old with a diameter of 16.75 meters and a height of 65 meters. The wood of Chengal trees is mainly used for building purposes as it is known to be extremely durable.
A highly exciting destination for nature lovers and the adventurous, Pasir Raja is blessed with clean, fresh air, countless wildlife, magnificent flora and fauna, numerous winding streams, rapids and a waterfall. It is a perfect setting for jungle trekking, swimming and relaxing.