Thursday, February 7, 2008

Si Camar sepi

Dalam keributan hembusan beliung
Terbanglah aku sang camar sepi
Mencari singgahan andainya kau sudi
Menghampar kasih di pantai hati

Dah lama kupuja kini jadi nyata
Sayang hanya untuk seketika
Sayap ku terluka ditimpa bencana
Akhirnya diri aku sendiri yang sengsara

Ku tahu diri ini bagai menggapai bintang di langit
Tersingkir jatuh tiada pernah kau peduli
Rapuhnya cinta kita patah terkulai di ranting hampa
Pedih terluka tiada siapa yang endahkan

Mana mungkinku merayu
Insan yang seindahmu
Kau dikayangan kumusafir hina yang merintih
Bagai layang-layang kuterbiar sepi
Hangatnya mentari membakarku

Biar derita biar sengsara aku rela
Menjadi mangsamu
Akanku simpan di nurani ini
kenangan indah bersama mu

Kini kan tinggal cinta dan kasihku
Umpama pungguk merindu bulan
Tak mungkin tercapai hasrat hati ini
Biarpun harus ku tunggu seribu tahun lagi

3 comments:

Anonymous said...

Baru pertama kali put comment di Blog ini, kata-kata halus...tak heran penyair Malaysia begitu terkenal, salam

Merakemas said...

Papa.....ma..fia... cair hati baca puisi papa ni.... segeluk air mata tipu-tipu tumpah hukkkkkk....

Anonymous said...

sampai bila si camar sepi harus terbang mencari kebahgiaan

Datin Jazz