Saturday, October 4, 2008

4 tembok

Bila diri terasa tidak disayang
Hati mula gelisah memikirkan
Tak pernah terfikir difikiran
Semua ini bakal mendatang

Hubungan yang terjalin belasan tahun
Kini menuju ke musnahan
Apakah dihati mu tiada pengertian
Betapa harus kita mempertahankan
Mahligai yang indah dan gemilang

Segala kemahuan mu ku turutkan
Segala kemahuan ku kau endah kan
Dimanakah keadilan

Harus kah aku menunggu lagi
atau aku harus pergi menyendiri
Cerita 4 tembok kekal dihati
Biar mati diri namun ia kekal dihati
Tapi kau telah mendustai
segala janji rahsia yang termatri

Ketahuilah.....
Dihati ini kini yang tinggal cuma benci
Mungkinkah mahligai yang kian lama terbina
akan terkubur selamanya........

Andai itu takdir dari Ilahi
Aku tidak terdaya untuk menghindari
Akan ku relakan kau pergi
Biar lah aku sengsara sendiri......

Thursday, October 2, 2008

Hakikatnya diri

Aku hanya manusia
pelakon cerita di pementasan dunia
Dialam ciptaannya
Bukan sengaja melanggar arahan
Kadang terlupa watak sebagai manusia

Hari esok yang menanti
Mentari kan terbit lagi
Semua itu tidak kekal abadi
Binasa akan mengakhiri

Usah disalahkan pada diri
Kerana diri tidak mengerti
Hakikat yang sejati
Lenyap diri dalam abadi

Biar jasad terpaku mati
Namun hakiki tetap terjadi
Setiap yang hidup tidak akan abadi
Itu lah hakikatnya bumi

Ratu hati ku...........

Ketika kita bersua hati mula tergoda
Payah untuk melupakan walau seketika
Tidak pernah ku menduga
Hati ini berputik bunga cinta
Bagai kan tak percaya aku jatuh cinta

Kaulah kekasih yang amat ku sayang
Andai tidak bersua pastinya ku merindu
Kerana hati dah tertawan
Kerana cinta dah terbena

Yang pasti kini
Hanya kau saja bertakhta di hati
Kan ku bajai cinta di hati ini
Kan ku siram agar subur menyinari
Kau kekasih yang bertahta dihati


Kau kekasih ratu hatiku selama-lamanya
Hati usah diduga hanya mengundah resah
Cinta di hati ini hanyalah untukmu
Kau kesayanganku penyeri hidup ini
Haruman kasihmu melekat di jiwa

Aku masih seperti dulu

Semenjak dulu sehingga kini
Ku masih terdampar merindui
Tiada khabar berita ku dengari
Sejak kau menyepi

Mengapa kau pergi di saat aku
Masih lagi sayang kepada dirimu
Terkapai aku di lautan cinta
Berenang mencari kasihmu
Tuhan.... temukanlah diriku dan dirinya
Sesungguhnya kurindu kepadanya

Sampai kini aku masih mencintai dirimu
Tidak pernah sedikit pun luntur cinta ku
Kasih dan rinduku terhadap mu

Cahaya cinta yang membakar tiada padam
Kesetiaanku masih lagi seperti dahulu
Maafkan aku jika ada sebarang kesilapan
Usah biarkan aku tertunggu
Oh Tuhan.......
Temukanlah diriku dan dirinya
Sesungguhnya kurindu kepadanya

Harapan

Saat kita bertemu kau pegang erat tangan ku
Sepertinya tidak mahu melepaskan ku
Sebagai balasan aku kucup dahi mu
Kau tersenyum memandang tepat ke mata ku

Disitu lah terpancarnya sinar cinta
Biar pun terhalang namum kita teruskan
Ku abadikan cinta dalam kenangan
ku sangkakan panas hingga ke petang
Rupanya taufan melanda

Hati siapa kah yang mampu menahan rasa terkilan
setelah percintaan dihujani halangan
Terasa sia-sia pengorbanan
andai diri mu tak mampu ku miliki

Pernah jua ku teluka dihiris belati tajam
walaupun terasa pedih menerkam
Namun masih mampu ku menahan

kini aku terluka lagi
Walaupun tidak berdarah
Namum bisa buat aku gundah

ku tahu cinta mu amat kuat untuk diri ini
namun tak memberi erti
curang pemisah diantara kita
semakin hampir ketara

ku tahu terbakar dalam hujan
Mustahil bagi ku
Banjir dalam kemarau
takdir akan menentukan

Yang pasti.......
Aku sentiasa mengharap
Bintang berkelip setiap malam
Bulan bisa menyinari alam
Agar aku bisa kembali tersenyum

Harapan mungkin tinggal harapan
Sekiranya aku bertepuk sebelah tangan
Ku tahu cinta ini cinta terhalang
Namum demi sebuah harapan
Akan ku teruskan

Wednesday, September 17, 2008

Air mata keinsafan.......

Saat kekosongan mampu menghilang dalam mimpi
Deraiannya membasahi bumi kemudian kaku
dan jantung pun seakan berhenti berdenyut
Bahkan selimut pun tak mampu menyekat air mata

Saat dingin menusuk hingga ke tulang belulang ku
Terlihat secebis sinar dalam senyum yang kaku
Esak tangisku semakin laju, semakin kemuncak
Pada hati yang menciptakan sebuah keraguan

Sekilas ku melihat, semua begitu menjanjikan
Namun keinsafan daun luruh berkata lain
Ingat, sebuah keindahan sejati yang pernah kau dapat dulu
Saat tubuh bergetar, saat jiwa menyesal lalu bersujud

Ya Allah!
Ampunkan segala kesalahan ku
Ampunkan segala kesalahan orang tua ku,
Bimbinglah aku di jalan mu
Bimbinglah aku dalam mencari kebenaran mu
Aku rindu pada mu

Saat dalam renungku,
seraya berdoa....
Benarkah air mata keinsafan itu yang datang...
Hingga ku terkulai dan lemas di pangkuannya...
Untuk meninggalkan sebuah kenangan hitam

Saat langkah itu membawa kepastian
Air mata keraguaan menghilang pergi
Keinsafan akan membawa keindahan
Dan pertemuan itu akan menjadi kebahagian
Seiring waktu berjalan bersama air mata keinsafan
Dengan cinta menjelang pertemuan...

Friday, September 5, 2008

aku hanya lilin

Aku hanya sebatang lilin
Yang menerangi sekeliling
Sedang diri terbakar sendiri
tak siapa pun yang sedar

Disaat kegelapan
Rela aku berkorban
Demi sebuah harapan
Biar pun mengalir keringat kejernihan

biar masa berlari
dan kau terus mendaki
aku tenang disini
dengan sabar menati
tanpa dendam dan benci

Andai engkau terjatuh
akan kurawat hingga sembuh
dan andai aku terluka dan terjatuh
biarkan aku sediri sembuh